Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang di Website STAIM Bandung.

Pendidikan merupakan industri mulia (noble industry) yang memiliki peran kompleks. Bukan sekedar mengemban misi untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan semata, melainkan juga mengemban misi pembebasan, kemanusiaan,spiritualitas, kewargaan dan misi peradaban. Dalam masyarakat modern atau masyarakat yang tengah bergerak ke arah modern seperti masyarakat Indonesia, pendidikan memiliki tiga peran penting, yaitu sebagai lembaga sosialisasi (socialization), pembelajaran (schooling)dan pendidikan (education).

Sebagai lembaga socialization, pendidikan mengemban misi untuk mengintegrasikan worldview (pandangan dunia) dan fundamental values (nilai-nilai dasar) para pembelajarnya kepada pandangan dunia dan nilai-nilaidasar kelompok atau nasional dominan (public mainstream). Dalam hal ini adalah pandangan dunia dan nilai-nilai dasar keindonesiaan, seperti menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, nilai-nilai kemuliaan martabat manusia, persatuan dalam kemajemukan, demokrasi dan keadilan sosial.

Sebagai lembaga schooling, pendidikan mengemban misi mulia untuk mempersiapkan para pembelajar dalam mencapai dan menduduki posisi sosial-ekonomi tertentu. Oleh karena itu, lembaga pendidikan dituntut untuk mengembangkan pembelajaran yang dapat membekali para pembelajarnya dengan kualifikasi-kualifikasi pekerjaan dan profesi atau mengembangkan keahlian (skill) mereka, baik human skill, conceptual skill, maupun technical skillyang memungkinkan mereka mampu memainkan peran sosial-ekonominya dalam masyarakat.

Sementara sebagai lembaga education, pendidikan mengemban misi untuk mencetak kelompok-kelompok elit dalam masyarakat yang akan berperan penting dalam mempercepat transformasi sosial dan memberikan arah bagi dinamisasi program pembangunan yang berkelanjutan.

STAI Muhammadiyah (STAIM) Bandung sebagai bagian dari lembaga pendidikan memiliki peran yang strategis dalam mewujudkan spirit/fungsi pendidikan di atas. Sejak 1983, STAIM Bandung telah berkhidmat dalam mencetak kelompok elit (para sarjana Muslim dan insan islami yang tercerahkan, berkarakter dan berkemajuan), melalui pembekalan worldview dan fundamental values yang kokoh sebagai peneguhan karakternya, serta keahlian-keahlian yang memadai, baik human skill, conceptual skill, maupun technical skillyang memungkinkan mereka mampu memainkan perannya sebagai kelompok elit dalam masyarakat. Itulah misi STAIM Bandung. Secara skematis, misi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Misi pendidikan sebagai lembaga education (mencetak kelompok elit) di atas sangat krusial, terutama bila dihadapkan pada tantangan masyarakat abad ke-21 yang begitu kompleks, saling kait mengait, cepat berubah dan terkadang penuh paraadoks. Tantangan masyarakat abad ke-21 ini semakin terasa dengan datangnya arus industrialisasi gelombang kelima yang ditandai dengan kemajuan pesat di bidang teknologi berbasis elektronika, perangkat lunak, telekomunikasi, robotik, serat optik, material baru, bioteknologi dan kedirgantaraan. Kemajuan yang luar biasa tersebut, telah membawa implikasi perubahan yang begitu cepat dalam hampir keseluruhan aspek kehidupan, baik kebudayaan, politik, ekonomi, hukum, demografi, tata kota, lingkungan hidup, termasuk dalam dunia pendidikan.

Perkembangan lainnya—sebagai akibat dari era industri gelombang limadi atas—adalahlahirnya globalisasi pasar, keterhubungan universal, mega kompetisi dan era pekerja pengetahuan (knowledge worker). Globalisasi pasar adalah suatu kecenderungan kesalingtergantungan ekonomi negara-bangsa. Apa yang terjadi dalam pasar ekonomi suatu negara misalnya, maka akan berdampak dan berpengaruh terhadap ekonomi negara lainnya. Contoh yang paling dekat adalah gejolak ekonomi yang terjadi di Amerika dan Eropa memberikan dampak dan pengaruh yang besar terhadap ekonomi negara-negara lainnya, termasuk Indonesia. Ini artinya bahwa ekonomi suatu negara tidak dapat berdiri sendiri, melainkan saling kebergantungan dengan ekonomi negara lainnya. Dalam konteks tantangan globalisasi pasar ini, pendidikan tinggi dituntut untuk dapat menjadi mesin perekonomian negara melalui berbagai program risetnya.

Keterhubungan universal merupakan keniscayaan sejarah sebagai akibat dari globalisasi di atas. Dalam era keterhubungan universal ini tidak ada lagi sekat-sekat negara, bangsa, agama, budaya, dsb. Semuanya saling terhubung antara satu dengan yang lainnya. Keterhubungan universal ini meniscayakan adanya pertukaran (diskursus) pengetahuan, teknologi, seni, kebudayaan, termasuk agama dan ideologi. Ini jelas akan menjadi tantangan tersendiri. Setiap pendidikan tinggi dituntut untuk terus mengembangkan dan mengkomunikasikan (mengajarkan) ilmu pengetahuan yang sesuai dengan temuan ilmu pengetahuan universal (bertarap internasional). Bukan sekedar pengetahuan lokal yang kebenarannya hanya diterima oleh komunitas agama dan budaya tertentu. Dengan kata lain, pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan keilmuan untuk mengkomunikasikan berbagai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang telah diterima oleh komunitas keilmuan secara universal.

Mega kompetisi adalah perkembangan lain yang cukup serius bagi dunia pendidikan. Para ahli menyebut bahwa masyarakat abad ke-21 adalah masyarakat yang bercirikan kompetisi. Tidak ada tempat tanpa kompetisi. Kompetisi telah dan akan menjadi prinsip hidup yang baru. Ini jelas tidak bisa lagi dielakan. Satu di antara wujud era kompetisi itu adalah dibukanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan Trans Pasifik. Perkembangan ini akan berdampak serius terhadap lembaga-lembaga sosial secara umum, termasuk lembaga-lembaga pendidikan.

Tantangan masyarakat abad ke-21 dengan berbagai perubahan dan dinamikanya di atas, jelas menuntut para penyelenggara lembaga pendidikanuntuk menata bangun kembali kelembagaan pendidikannya. Dalam konteks itu, STAIM Bandung meneguhkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan, yang akan terus berkhidmat dalam mencetak kelompok-kelompok elit (sarjana dan insan-insan islami yang tercerahkan, berkarakter dan berkemajuan, serta memiliki kesiapan dalam menghadapi (ngigeulan) gerak zaman. Dengan begitu, STAIM Bandung dapat berdiri ajeg sebagailembaga pendidikan yang tidak hanya memerankan misinya sebagai agent of scientific and technology development dalam mengkomunikasikan berbagai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, tapi juga mengemban misi mulia sebagaiagent of cultural developmentdalam membangun bangsa yang berkarakter dan berkemajuan.

 

Bandung, September 2017

Ketua,

 

 

Dr. Hendar Riyadi, M.Ag.