Oleh Hendriana

Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi otonom Muhammadiyah, organisasi ini memiliki basis masa Mahasiswa, tujuan didirikannya, untuk mengupayakan akademisi islam yang berakhlak mulia dan dapat memaksimalkan dakwah Muhammadiyah di kalangan Mahasiswa, tentu gaya yang dipakai adalah gaya Muhammadiyah dalam berdakwah, yang selalu menghadirkan sikaf wasatiyah dalam beragama maupun dalam kehidupan berbangsa.  Selain itu IMM dibekali dengan ilmu yang tiga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, yang menjadi salah satu penopang dakwah yang kuat, Karena berlandaskan nilai keagamaan, kemahasiswaan dan kemasyarakatan.

Muhammad Abdul Halim Sani dalam bukunya Manifesto Gerakan Intelektual Profetik menjelaskan bahwa Merah yang menjadi symbol warna dari organisasi ini merupakan symbol keberanian, di sisi lain merah merupakan simbol “stagnasi”, hal ini dapat kita lihat ketika lampu merah maka seluruh kendaraan yang ada berhenti seketika, artinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, harus memegang teguh pada ada ajaran – ajaran yang telah diatur oleh agama, selain itu warna ini identic dengan gerakan – gerakan revolusioner yang dilakukan oleh sosialisme, komunisme dan lain – lain. artinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah diharapkan menjadi revolusionis ketika melihat tatanan yang kumuh dan mandeg.

Salah satu ayat yang menjadi landasan teologis organisasi ini berdiri, yaitu surat Ali Imran ayat 110.

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” (Q.S. Ali Imran : 110).

Ayat tersebut menjadi salah satu ayat pelengkap bagi nilai dasar perjuangan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Kuntowidjojo dalam bukunya ilmu social Profetik membagi ayat tersebut kepada tiga nilai yaitu humanisasi (تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ), liberasi (وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ) dan transendensi(وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ). Yang sebetulnya sudah tergambar jelas dalam gerakan – gerakan Muhammadiyah, yang dipimpin oleh Kh. Ahmad Dahlan.

Yang pertama, Humanisasi (تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ), merupakan upaya untuk menjadikan manusia layaknya manusia, yang membawa manusia kepada unsur keilahian, upaya ini telah dilakukan oleh Kh.Ahmad Dahlan sejak satu abad lebih yang lalu, Kh. Ahmad Dahlan mencoba untuk memberikan pendidikan kepada kaum – kaum termarjinalkan sehingga mereka mendapatkan keilmuan layaknya manusia yang tinggi apabila beriman dan berilmu, bahkan hingga sekarang Muhammadiyah merupakan pendukung kecerdasan bagi umat.

Yang kedua, liberasi (وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ), yang berarti mencegah yang munkar, liberasi di sini bukan liberasi sebagaimana pemahaman Marxisme, tapi liberasi yang ditawarkan Kuntowidjojo adalah pembebasan kaum – kaum termarjinalkan yang dibalut dengan nilai – nilai ketuhanan. Hal ini juga dilakukan oleh Kh. Ahmad Dahlan yang membebaskan masyarakat dari kebodohan yang membelenggu, misalnya Kh. Ahmad Dahlan membebaskan penganut animisme yang masih mendarahdaging, pada saat itu Kh. Ahmad Dahlan mengambil sesaji yang disuguhkan kepada pohon yang dianggap memiliki kekuatan, serta menjelaskan bahwa pemberian sesaji tersebut tidak berfaedah bagi umat. Namun pembebasan yang dilakukan Kh. Ahmad Dahlan mencoba menghadirkan wajah islam yang ramah, penuh toleran dan menghadirkan kasih sayang.

Yang ketiga, transendensi(وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ) yang berarti Iman kepada Allah, hal ini yang menjiwa proses humanisasi dan liberasi pada perjalan dakwah, proses humanisasi dan liberasi yang pada akhirnya bermuara kepada keimanan yang kuat kepada sang pencipta, kita tahu bahwa penanaman keimanan yang dilakukan Kh. Ahmad Dahlan kepada muridnya sangatlah kuat, Kh. Ahmad Dahlan perlu mengulang – ulang pelajaran tafsir, agar murid – muridnya menjiwai betul ayat – ayat yang disampaikannya.

Nilai – nilai di atas menjadi pijakan bagi kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dalam menjalankan tugasnya sebagai pelengkap dakwah Muhammadiyah dalam kalagan Mahasiswa, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah diharapkan dapat melakukan humanisasi atau mengajak Mahasiswa untuk melakukan kebaikan antar sesama umat Muslim, dapat melakukan liberasi, mencegah perbuatan munkar, dan melakukan internalisasi keimanan dalam diri atau transendensi.

 

 

 

Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *