Oleh Hendriana

Kabid Riset dan Pengembangan Keilmuan PK IMM AS STAI Muhammadiyah Bandung

Bagi sebuah organisasi, umur 109 tahun bukanlah umur yang muda lagi, umur tersebut tentunya telah melahirkan banyak dinamika yang dilalui, menjadi bekal bagi Muhammadiyah dalam menjalankan tugasnya sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahyi munkar, kalau dulu sejak kelahirannya di Kauman, Yogyakarta, organisasi ini focus kepada beberapa gerakan yaitu purifikasi dalam bidang aqidah, serta tajdid dalam bidang muamalah. Dari gerakan tajdid itulah lahir sekolah – sekolah yang menghiasi pendidikan di negeri ini, lahirlah rumah sakit, lahirlah balai pengobatan, lahirlah koperasi, lahirlah perguruan tinggi, lahirlah panti social, yang melengkapi gerakan dakwah di bidang – bidang tersebut.

Muhammadiyah yang hari ini memiliki cita – cita besar bagi bangsa ini, yaitu dengan mendorong bangsa ini menjadi bangsa yang berkemajuan, modal yang dimiliki oleh bangsa ini sangat memungkinkan cita – cita itu dapat dicapai. Haedar Nashir dalam beberapa catatannya merumuskan pilar – pilar yang dapat memajukan bangsa ini dalam segala bidang, yang diambil dari semangat kemajuan yang terdapat dalam al-Qur’an, pilar – pilar tersebut adalah falsafah iqra (Q.S al-A’laq : 1-5) sebagai sebuah syarat pertama, sebagaimana Nabi yang diawali dengan kalimat perintah untuk membaca. Yang kedua menjadi  asyuhad a’la an-Nas, menjadi pelaku sejarah dalam membangun bangsa ini, yang ketiga menjadi Islam yang Rahmatan lil a’lamin, mengasihi seluruh makhluk, serta selalu ingin berubah kearah yang lebih baik (Q.S. ar-Rad : 11).

Kalau kita melihat sejarah kelam bangsa ini, 350 tahun dijajah oleh Kompeni, yang membuat trauma bagi bangsa ini, jangka waktu tersebut tidak pendek memang, hingga akhirnya tepat pada 17 Agustus 1945, Republik Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Di sisi lain Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada 18 November 1912, tidak bisa dipungkiri lagi memang Muhammadiyahpun merasakan 33 tahun sakitnya dijajah oleh bangsa lain, serta berjuang bersama – sama dengan Bangsa ini untuk terlepas dari masa – masa sulit yang dialami bangsa ini. Dari itu wajar memang, kalau hari ini Muhammadiyah tidak mengalami lompatan yang jauh. Rasanya sulit memang menjadikan Negeri ini menjadi adidaya, menjadi  negeri adikuasa di dunia ini.

Tapi memang tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, bagi kaum yang ingin merubah nasibnya, sebagaimana ayat yang menjadi pilar kemajuan bangsa, yang ditawarkan Haedar Nashir. Namun memang kemajuan barat yang sangat jauh untuk kita saingi, agaknya berat untuk melakukan lompatan itu, sebagaimana ungkapan Ayat Dimyati bahwa kemajuan ummat Muslim khususnya di Indonesia, tidak akan dapat dicapai dengan meniru dan menggunakan cara -cara barat, mobil yang sudah dahulu berada di depan dengan jarak ribuan kilo meter tidak akan, terkejar oleh mobil yang baru dihangatkan, perlu jalur alternative lain untuk mendahului mobil yang telah berada jauh di depan, jalur tersebut hanya akan ditemukan dengan didasarkan kepada ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wataa’la.

Sebagaimana Nabi Muhammad yang menjadikan ketaqwaan sebagai senjata dakwahnya, dengan menghadirkan Islam yang santun dengan memberikan kasih sayang kepada dunia, sehingga dunia melirik, termasuk  pembesar – pembesar quraisy, tertarik dengan yang ditawarkan oleh Nabi Muhammad SAW pada saat itu, para pembesar quraisy itu menjadi berbalik mendukung serta menyokong dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad, hal itu menjadi percepatan peradaban ummat pada saat itu, dengan hanya perlu menghabiskan waktu selama 23 tahun saja.

Nampaknya yang bisa dilakukan oleh Muhammadiyah hari ini, melakukan hal yang serupa dengan Nabi Muhammad, menghadirkan Islam yang santun dan ramah, yang sebetulnya telah dimiliki oleh Muhammadiyah sejak kelahirannya, Muhammadiyah hanya perlu mengepakkan sayapnya kepada dunia Internasional, dengan mengampanyekan Islam, sehingga pemuka – pemuka Barat tertarik dengan yang ditawarkan Muhammadiyah, serta berbalik menjadi penyokong dakwah bagi ummat, namun memang harus dipersiapkan dengan sekolah kader yang bertarap Internasional dan massive dipersiapkan oleh seluruh pimpinan di daerah masing – masing,dengan disokong dengan pilar – pilar yang disebutkan oleh Haedar Nashir, sehingga ekspansi dakwah dapat dilakukan diseluruh bagian di dunia ini, sehingga ummat dapat mengalami percepatan kemajuan peradaban bangsa Indonesia. Wallahu A’lam..

Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *