Kerennya acara ini sehingga diberi nama I’tikaf kebangsaan. STAIM adalah kampus berkemajuan yang peduli akan isue-isue yang sedang menjadi trend. Acara kajian menjadi satu tradisi kampus, hal ini untuk membiasakan dosen dan mahasiswa untuk selalu tanggap dan up date akan hal-hal yang berkembang dilingkungan sendiri, agama, dan bangsa.

Uniqnya di forum ini mahasiswa, dosen, dan para inteleketual hadir dan duduk bersama membahas tema, yang pada malam itu membahas tentang Sekolah/Madrasah Para Kader Politik. Kesetaraan peserta diskusi yang dilaksanakan santai serius ini, menandakan bahwa dalam konteks tataran akademik ada kesetaraan yaitu sama-sama belajar, sama-sama mengupdate informasi, sama-sama bebas mengungkapkan pendapat.  Hadir bersama kami ketua Aisyiah Wilayah Jawa Barat Ibu Muthia Umar, Rektor Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Bapak Qonit (sapaan akrab beliau), dan hadir senior intelektual kampus STAIM yaitu Bapak Ayat Dimyati. Bahkan Dosen-dosen dari beberapa kampus di kota Bandung pun hadir.

I’tikaf Kebangsaan membahas hal-hal ringan seputar benih-benih pemikiran yang didasarkan pada fakta,  keilmuan,  keahlian dan pengalaman tiap pemateri. Pembahasan ringan tentang fakta yang terjadi pada bangsa ini hingga pembahasan yang berbobot  yang menyorot i etika berpolitik.  Tentu pembahasan tidak berhenti sampai disitu, bahkan dengan tawaran berbagai solusi diungkapkan. Cinta Negeri, Cinta keutuhan Bangsa, Cinta Agama, Siap berjuang demi tegaknya Agama dan Bangsa. Semua berawal dari STAIM Bandung.  Jalaludin Rumi mengatakan Agama Cinta adalah tak seperti yang lain. Bagi para kekasih, satu-satunya agama dan iman adalah Allah.  (DJ)

Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *