Let’s Talk about Japan

Berpikir Lokal Keanekaragaman Jepang, yang ditemukan kembali melalui pertukaran budaya.

oleh Ken Miichi,

Associate Professor Faculty of Policy Studies, Iwate Prefectural University

Bayangan seperti apakah yang dimiliki oleh pembaca mengenai Jepang ? saya rasa adalah kesan dan mitos seperti teknologi yang canggih, masyarakat yang disiplin, kota yang bersih dan istri yang setia. Sekalipun manga yang telah mewakili Jepang telah bergeser dari Doraemon ke Naruto, tampaknya bayangan masyarakat Indonesia terhadap Jepang tidak banyak berubah.

Namun demikian, dalam beberapa dekade, masyarakat Jepang maupun Indonesia mengalami perubahan yang cukup besar dan hubungan antar negara pun memperlihatkan adanya perubahan besar tersebut, sehingga keberadaan pertukaran budaya pun seharusnya menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan seperti demikian.

Saya memikirkan hal ini dari pengalaman yang saya peroleh selama 3 tahun melalui Invitation Program for Young Muslim Intellectuals, yang diselenggarakan oleh The Japan Foundation.

Program ini didilaksanakan untuk mengundang para cendekiawan muslim dari lima negara Asia Tenggara ( Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Philipina) ke Jepang untuk dapat memperdalam pengertian dan pemahaman terhadap Jepang, melalui  kegiatan pertukaran dengan para peneliti dan individu-individu diberbagai bidang.

Tema untuk tahun pertama adalah “Cahaya dan Bayangan Modernisasi di Jepang”, tema pad tahun kedua adalah “Permasalahan Urbanisasi” dan tema pada tahun ketiga adalah “Tradisi Spiritualistas Jepang pada saat Bencana Gempa Besar di Jepang Bagian Timur”.

Jepang, Indonesia , dan negara-negara Asia Tenggara memiliki perbedaan yang cukup siginifikan. Meskipun demikian masyarakat Asia Tenggara yang sedanga mengalami perubahan atau perkembangan yang pesat memiliki permasalahan dan persoalan yang sama dengan yang dialami oleh Jepang, sehingga makna yang paling penting dalam program ini adalah para peserta yang selama ini berpikir secara memdalam mengenai persoalan di negara masing-masing dapat meninjau kembali masyarakatnya sendiri dengan mengetahui dan memahami masyarakat dan permasalahan yang ada  Jepang  dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Saya baru menyadari akan pentingnya hal ini setelah mengikuti program ini.

Program tahun lalu, pasca bencana Gempa Bumi Besar di Jepang bagian timur merupakan program yang istimewa dan menjadi kesempatan yang baik untuk memikirkan keberadaan pertukaran budaya di Asia Tenggara dan Jepang, dimana agenda puncak adalah menyaksikan tarian Kagura, dalam kunjungan Suemae Kagura di daerah Taro kota Miyako. Tarian Kagura adalah tarian yang dipersembahkan di kuil Shinto yang diwarisi oleh masyarakat setempat.

Di Iwate, terdapat lebih dari 1000 kesenian rakyat seperti Kagura, tarian pedang, genderang dan sebagainya. Kesenian-kesenian rakyat seperti ini juga terkena dampak besar dari bencana yang melanda Jepang pada 11 Maret 2011. Meskipun demikian, kesenian tersebut tetap digelar menyuguhkan  berbagai tarian dan musik  dalam rangka menghibur korban bencana dan mendo’akan hal yang baik untuk masa depan.

Kami diberi kesempatan untuk mengikuti pagelaran Kagura yang dilaksanakan hanya satu tahun satu kali. Setelah menikmati berbagai macam tarian yang dibawakan anak-anak dan penari handal yang pernah diundang ke luar negri, kami menyantap hidangan yang disediakan dan kemuadian mendengarkan cerita selama 2 jam.

 

Mereka bercerita mulai dari arti tarian Kagura, hubungan antara komunitas dengan kesenian, hingga pengalamn tsunami yang dialami. Para peserta dari Asia Tenggara mengajukan banyak pernyataan mengenai agama di Jepang dan kondisi budaya komunitas. Kesempatan ini dipergunakan para peserta untuk mendapatkan gambaran dengan membandingkannya dengan kondisi sekarang dimasyarakat masing-masing.

Ketika tiba waktu untuk sholat, para peserta pun menunaikan ibadah sholat dan anggota Kagura dapat melihat sholat muslim untuk pertama kali. Kesempatan ini menjadi

JENESYS 2017 Batch 1

disampaikan pada kuliah “Memahami Jepang”

di Islamic Studies Area Waseda University

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *